google-site-verification=p8j927F93wmi6D72LwJwCCcx1F8_7cedpA5d2vhRbto Waserbada: Bahaya syirik
Kebahagiaan hidup yang disandarkan pada banyaknya harta, tingginya pangkat, jabatan dan kedudukan, banyaknya anak, dan wanita yang diidamkan tidak akan bertahan lama. Kebahagian hakiki letaknya ada di dalam hati, dan ini bisa diperoleh jika Allah ridha kepada kita. Allah akan ridha kepada kita jika kita menjalankan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi yang dilarang-Nya

Jumat, 25 Februari 2011

Bahaya syirik

Dalam Surat Al Ikhlas, yang berbunyi :



1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Dalam surat di atas kita diperintahkan hanya menyembah satu sembahan yaitu Alloh SWT.  Hanya Alloh yang menentukan besar kecilnya rizki kita, hanya Alloh yang menentukan baik buruknya nasib kita, dan hanya Alloh hidup dan matinya kita, bukan batunya ponari, bukan gunungan tumpeng, bukan air bekas jamasan pusaka, bukan kotoran hewan yang dikeramatkan, dan bukan jin atau setan yang derajatnya lebih rendah dibandingkan dengan derajat manusia.
Jangan sampai kita terjebak dalam syirik, karena itu akan mencelakakan kita di dunia sampai akherat

Di antara bahaya perbuatan syirik

  1. Kedzaliman yang nyata/ Dosa besar
dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. ( QS 31 : 13 )

    2. Sumber khurafat ( mempercayai hal-hal yang tidak ada dasar/ dalil dan     tidak masuk akal )

    3.  Sumber jetakutan dan kesengsaraan
” akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. tempat kembali mereka ialah neraka; dan Itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim”  (QS 3 : 151)

    4. Merndahkan derajat kemanusiaan
” dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS 22 : 31)

    5. Merendahkan derajat kemanusiaan
dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada Kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?”[678] Maha suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu)”. (QS 10 : 18)
[678] Kalimat ini adalah ejekan terhadap orang-orang yang menyembah berhala, yang menyangka bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafaat Allah.

    6. Tidak dapat ampunan Alloh dan di neraka selamanya
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”.
(QS 4 : 116)

” Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam”, Padahal Al masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”(QS 5 : 72)

Seiring dengan kebutuhan memenuhi hasrat nafsu ( ekonomi, derajat, pangkat, wanita dan kedudukan ) manusia sering menanggalkan akal sehatnya dan jatuh kepada perbuatan-perbuatan yang menyebabkan kita jatuh ke lembah syirik.  Menjadi tugas pemimpin bangsa (pemerintah-pen) untuk memberikan pencerahan pada rakyatnya dan menciptakan situasi dan kondisi sehingga rakyatnya tidak semakin jauh jatuh ke lembah kesyirikan. Dan tentunya juga tugas kita semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar