google-site-verification=p8j927F93wmi6D72LwJwCCcx1F8_7cedpA5d2vhRbto Waserbada: TENTANG INFAQ
Kebahagiaan hidup yang disandarkan pada banyaknya harta, tingginya pangkat, jabatan dan kedudukan, banyaknya anak, dan wanita yang diidamkan tidak akan bertahan lama. Kebahagian hakiki letaknya ada di dalam hati, dan ini bisa diperoleh jika Allah ridha kepada kita. Allah akan ridha kepada kita jika kita menjalankan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi yang dilarang-Nya

Jumat, 04 November 2011

TENTANG INFAQ


1.                Andai anak Adam (manusia) memiliki satu lembah kekayaan, maka ia menginginkan lembah yang kedua. Dan, jika ia memiliki dua lembah, maka ia menginginkan lembah yang ketiga. Rongga manusia tidak dapat dipenuhi, kecuali oleh tanah (mati), dan Allah swt. menerima taubat orang yang bertaubat." (Al-Jami'ush Shaghir, Matan Faidlul Qadir, 5/327. Penyusun Faidlul Qadir menyatakan bahwa Hadits di atas telah disepakati keshahihannya oleh Bukhari dan Muslim. Juga diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad dari Anas ra.). Hadits di atas menunjukkan bahwa manusia amat sangat mencintai harta kekayaan.

2.                Infaq adalah mengeluarkan harta yang baik dalam urusan ketaatan dan urusan yang mubah. Lafazh infaq disebut dalam Al-Qur'an untuk menunjukkan beberapa makna, antara lain:
a. Kewajiban zakat (Al-Baqarah:3)
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

b. Shadaqah sunnah (Ali Imran: 134)
134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

c. Infaq dalam jihad (Al-Baqarah: 195) 
195. dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

d. Memberi nafkah pada keluarga (Ath-Thalaq: 6)
6. tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

3.                Dalam QS Al Baqarah ayat 245 :
245. siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Allah swt. menyampaikan ayat ini dengan bahasa komunikasi terhalus, yaitu dengan menggunakan redaksi pertanyaan yang memiliki makna tuntutan. Makna ayat tersebut adalah: Apakah ada seseorang yang memberikan pinjaman baik, hingga diberi balasan yang berlipat-lipat?

4.                  Penamaan infaq dengan pinjaman yang baik ditujukan untuk memotivasi jiwa dan mendorongnya agar mengorbankan harta untuk berinfaq. Pada hakikatnya harta yang diinfaqkan seseorang akan kembali kepadanya karena  Allah SWT yang meminjamnya Maha Kaya dan  menepati janji-Nya. Seseorang  tidak akan terlambat dalam memberikan pinjaman, kecuali karena ada penyakit dalam dirinya, yaitu penyakit kikir, bakhil, dan hilangnya rasa percaya kepada jaminan yang Allah SWT berikan, dan infaq adalah salah satu bukti kebenaran iman pelakunya.

5.                  Kata infaq yang dibahasakan dengan pinjaman yang disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 245 dibatasi dengan kata Hasana (baik)  mengandung tiga makna penting, yaitu:
Pertama:  Hendaknya pinjaman itu (infaq) dikeluarkan dari harta yang baik, bukan harta yang jelek dan dari sumber yang haram.
Kedua:    Hendaknya dikeluarkan dengan suka rela, mantab, dan hanya mengharap keridlaan Allah swt.
Ketiga:    Tidak mengungkit-ungkit dan tidak menyakiti orang yang menerima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar