google-site-verification=p8j927F93wmi6D72LwJwCCcx1F8_7cedpA5d2vhRbto Waserbada: Shalat Jenasah
Kebahagiaan hidup yang disandarkan pada banyaknya harta, tingginya pangkat, jabatan dan kedudukan, banyaknya anak, dan wanita yang diidamkan tidak akan bertahan lama. Kebahagian hakiki letaknya ada di dalam hati, dan ini bisa diperoleh jika Allah ridha kepada kita. Allah akan ridha kepada kita jika kita menjalankan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi yang dilarang-Nya

Minggu, 27 Maret 2011

Shalat Jenasah

Shalat Jenazah merupakan shalat yang tidak perlu ruku’ dan sujud. Yang kita lakukan hanyalah berdiri, takbir sebanyak empat kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu
lalu salam.

Menshalati jenazah seorang muslim hukum fardhu/ wajib kifayah krn ada perintah Nabi saw dalam beberapa hadits. Di antara hadits Abu Qatadah ra ia menceritakan:
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِرَجُلٍ مِنَ اْلأَنْصَارِ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَلُّوْا عَلى صَاحِبِكُمْ، فَإِنََّ عَلَيْهِ دَيْنًا. قَالَ أَبُوْ قَتَادَةَ: هُوَ عَلَيَّ. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بِالْوَفَاءِ؟ قَالَ: بِالْوَفاَءِ. فَصَلَّى عَلَيْهِ

Didatangkan jenazah seorang lelaki dari kalangan Anshar di hadapan Rasulullah saw
agar beliau menshalati ternyata beliau bersabda: “Shalatilah teman kalian ini krn ia meninggal dgn menanggung hutang.” Mendengar hal itu berkatalah Abu Qatadah: “Hutang itu menjadi tanggunganku.” Nabi saw bersabda: “Janji ini akan disertai dgn penunaian?”. “Janji ini akan disertai dgn penunaian“ jawab Abu Qatadah. maka Nabi pun menshalatinya.”

Tata Cara Shalat Jenasah
Disyariatkan shalat jenazah secara berjamaah sebagaimana shalat lima waktu dengan dalil:
1. Nabi saw senantiasa melaksanakan secara berjamaah.
2. Nabi telah bersabda:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.”

Namun bila mereka mengerjakan sendiri-sendiri mk telah tertunaikan kewajiban sebagaimana kata Al-Imam An-Nawawi : “Tidak ada perbedaan pendapat bahwa shalat jenazah boleh dilakukan sendiri-sendiri. Namun yg sunnah shalat jenazah itu dilakukan secara berjamaah. Karena demikianlah yg ditunjukkan dlm hadits-hadits masyhur yg ada dlm kitab Ash-Shahih bersamaan dgn ada ijma’ kaum muslimin dlm masalah ini.”

Semakin banyak jamaah yg menshalati jenazah tersebut semakin afdhal dan bermanfaat bagi si mayat karena Nabi saw bersabda:
مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَبْلُغُوْنَ مِئَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُوْنَ لَهُ، إِلاَّ شُفِّعُوْا فِيْهِ

“Tidak ada satu mayat pun yg dishalati oleh suatu umat dari kaum muslimin yg mencapai jumlah 100 orang di mana mereka memberikan syafaat kepada si mayat melainkan mayat tersebut disyafaati.”

Bahkan jumlah yg kurang dari 100 pun bermanfaat bagi si mayat dgn syarat mereka yg menshalati itu dari kalangan muwahhidin . Seperti tersebut dlm sabda Nabi :
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ، فَيَقُوْمُ عَلىَ جَنَازَتِهِ أَرْبَعُوْنَ رَجُلاً، لاَ يُشْرِكُوْنَ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيْهِ

“Tidak ada seorang muslimpun yg meninggal lalu 40 orang yg tdk berbuat syirik terhadap Allah sedikit pun menshalati jenazah melainkan Allah memberikan syafaat mereka itu terhadapnya.”

Disunnahkan makmum yg ikut shalat jenazah tersebut membentuk tiga shaf atau lebih di belakang imam15 sebagaimana ditunjukkan dlm hadits dari Abu Umamah ra, ia berkata:
صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلىَ جَنَازَةٍ وَمَعَهُ سَبْعَةُ نَفَرٍ، فَجَعَلَ ثَلاثَةً صَفًّا، وَاثْنَيْنِ صَفًّا وَاثْنَيْنِ صَفًّا

“Rasulullah saw pernah shalat jenazah bersama tujuh orang maka beliau menjadikan tiga orang berada dalam satu shaf dua orang yg lain dlm satu shaf dan dua orang yg tersisa dalam satu shaf.”

Rukun Shalat Jenazah

Shalat jenazah itu terdiri dari 8 rukun.


1. Niat
Shalat jenazah sebagaimana shalat dan ibadah lainnya tidak dianggap sah kalau tidak diniatkan. Dan niatnya adalah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
" Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus" (QS. Al-Bayyinah : 5).

Rasulullah SAW pun telah bersabda dalam haditsnya yang masyhur :
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.”(HR. Muttafaq Alaihi).
Niat itu adanya di dalam hati dan intinya adalah tekad serta menyengaja di dalam hati bahwa kita akan melakukan shalat tertentu saat ini.

2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah tidak sah bila dilakukan sambil duduk atau di atas kendaraan (hewan tunggangan) selama seseorang mampu untuk berdiri dan tidak ada uzurnya.

3. Takbir 4 kali
    Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika   
    menyolatkan jenazah.
    Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau
    takbir  4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

    Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun
    begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW

6. Doa Untuk Jenazah
    Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa
    untuknya.   (HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).

Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :

 
[Alloohummaghfir lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘ahu, Wa Akrim Nuzulahu, Wa Wassi’ Madkholahu, Waghsilhu Bil Maa’i WatsTsalji Wal Barodi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaron Khoiron Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A’idhu Min ‘Adzaabil Qabri]
Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)


7. Doa Setelah Takbir Keempat
    Misalnya doa yang berbunyi :
    Allahumma Laa Tuhrrrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu

     "Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya, dan jangalah Engkau 
       menimbulkan fitnah kepada kami sesudahnya, dan ampunilah kami dan ampunilah dia"
       ( HR Al Hakim)

8. Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar